FRANCHISE

Definisi Waralaba (Franchise)

* Suatu strategi pemasaran yang bertujuan untuk mengembangkan jaringan usaha.
* Suatu cara untuk mengemas suatu produk atau suatu usaha dengan tujuan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan konsumen yang lebih Iuas.

(sesuai Peraturan Menteri no. 12/2006 tentang Waralaba)

Waralaba (Franchise) adalah perikatan antara Pemberi Waralaba dengan Penerima Waralaba dimana Penerima Waralaba diberikan hak untuk menjalankan usaha dengan memanfaatkan dan/atau menggunakan hak kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki Pemberi Waralaba dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh Pemberi Waralaba dengan sejumlah kewajiban menyediakan dukungan konsultasi operasional yang berkesinambungan oleh Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba.

Waralaba adalah Sistem bisnis dan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang dimiliki orang perseorangan atau badan usaha yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain.

Franchising: duplicating a success business to others ·

* Franchising >> whole process ·
* Licensing >> merk & standard ·
* Business Opportunity

Beberapa Istilah dalam Franchising

* Franchisor = Pemberi Waralaba
* Franchisee = Penerima Waralaba
* Master Franchisee
* Area (development) Franchisee
* Franchise Fee = Biaya Pembelian Hak Franchise untuk jangka waktu tertentu
* Royalty Fee = Kontribusi bagi hasil dari pendapatan franchisee (biasanya dari penjualan)
* Advertising Fee = Biaya kontribusi bagi kegiatan national campaign dari franchisee yang dilakukan oleh franchisor.

Ciri & Kriteria Franchising

Kriteria sistem franchise:
1. Standard
2. Uniqueness
3. Transparant/ Tranferability
4. Proven

Ciri utama sistem franchise:
1. Kesempatan mandiri
2. Dukungan pemasaran
3. Kesempatan menggunakan nama & jaringan
4. Dilandasi perjanjian

Kriteria dalam Peraturan:
1. Standarisasi atas pelayanan dan barang dan atau jasa yang ditawarkan
2. Mempunyai ciri khas usaha
3. Dapat diajarkan dan diaplikasikan
4. Terbukti sudah memberikan keuntungan
5. Mereknya telah terdaftar
6. Memberikan dukungan yang berkesinambungan

Bentuk Franchising
* Product Distribution Franchising
* Conversion Franchising
* Business Format Franchising

Keuntungan & Kerugian

Kerugian usaha Franchise:

* Kewenangan outlet di tangan Franchisee (kalau terlalu banyak ide merepotkan Franchisor)
* Perlu perubahan paradigma (paradigm shift) atas materi yang dijual
* Untuk membentuk sistem yang baku, perlu adanya proses yang lebih birokratis

Keuntungan Sistem Franchise:

* Percepatan perluasan usaha, dengan modal relatif rendah
* Efisiensi dalam meraih target pasar melalui promosi bersama
* Terbentuknya kekuatan ekonomi dalam jaringan distribusi
* Menggantikan kebutuhan personel Franchisor dengan para operator milik Franchisee (slim organization)
* Pemilik outlet bermotivasi tinggi karena menyangkut pengembalian investasi dan keuntungan usaha

Penyebab kegagalan :
1. Franchisor serakah memungut franchise fee
2. Monitoring yang lemah
3. Kesalahan merekrut franchisee
4. Kelemahan pada divisi R&D
5. Perjanjian yang tidak tegas dan jelas
6. Sistem operasional yang terlalu rumit

Kunci Sukses Franchising:
1. The more simple, the more success
2. Berorientasi kepada suksesnya franchisee
3. Terus melakukan inovasi dan pengembangan

Pertanyaan umum (FAQ)

Apa keuntungan bergabung dengan usaha Franchise dibandingkan dengan membuka usaha kecil sendiri ?

* Mendapatkan bimbingan dan pelatihan (training)
* Resiko bisnis lebih kecil, karena belajar dari pengalaman Franchisor (low learning cost, high learning curve)
* Berusaha pada bisnis dengan jaringan (networking) yang akan saling menunjang

Apa masalah yang paling utama timbul pada tahun-tahun pertama berusaha ?

* Perubahan fungsi diri menjadi Boss, sekaligus pelaksana seluruh kegiatan operasional
* Pemberian dan pendelegasian wewenang operasional kepada pegawai tidak jelas
* Kelemahan pada pengontrolan biaya

Apa yang biasanya gagal untuk diterapkan, walaupun sudah mendapatkan pelatihan ?

* Bidang keuangan
* Terlalu singkatnya pelatihan Vs kebutuhan di lapangan

Apakah Franchisee yang memiliki jiwa wirausaha yg kuat akan menjadi Franchisee yang berhasil?

* Tidak menjadi jaminan, karena dalam franchising yang terpenting adalah kemauan untuk bekerjasama
* Memiliki pengalaman dan kewirausahaan yang kuat biasanya akan selalu berusaha mengoreksi Franchisor dan tidak mendengarkan petunjuk Franchisor

Permasalahan apa saja yang biasanya menimbulkan perselisihan antara Franchisor dengan Franchisee ?

* Umumnya masalah harga pembelian barang­barang dan atribut dari Franchisor
* Masalah daerah operasi (teritori) toko / outlet
* Ketidaksiapan dalam support franchisor

Apakah barang / jasa yang dijual di outlet franchisee harus murah ?

* Franchisor dan franchisee akan mempunyai. kepentingan hasil penjualan outlet yang berbeda, Franchisor akan lebih mendorong kepada tingkat penjualan (sales), sedangkan franchisee akan lebih mengutamakan tingkat keuntungan (profit).
* Ada kemungkinan franchisor menghendaki harga jual tidak harus murah (karena royalty-nya akan lebih tinggi).
* Yang terpenting adalah franchisee harus untung dengan baik.

(Disarikan dari buku & seminar Franchise Manual)

http://www.facebook.com/group.php?gid=82043102516

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s